JAKARTA — Harapan untuk membangkitkan kembali kejayaan tinju Indonesia mendapat momentum baru. Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PP PERTINA) dan Federasi Tinju Profesional Indonesia (FTPI) menyatakan kesiapan untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam memperkuat pembinaan atlet tinju secara berjenjang, mulai dari amatir hingga profesional.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk membangun ekosistem tinju nasional yang lebih kuat, terarah, dan berkelanjutan, sekaligus membuka peluang bagi petinju Indonesia untuk meraih prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Gagasan tersebut mengemuka saat Ketua Umum PP PERTINA, Hillary Brigitta Lasut, S.H., LL.M., menerima kehadiran Ketua Umum FTPI, Neneng A. Tuty, S.H., bersama Ketua Dewan Pengawas FTPI, Yance Rahayaan, S.Sos., dalam acara penutupan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju Piala Menko Infrastruktur 2026 di Pluit Village Mall, Jakarta Utara, Minggu (25/10/2026).

Kehadiran kedua pimpinan FTPI tersebut atas undangan Ketua Umum PERTINA menjadi sinyal positif bagi terbukanya ruang komunikasi dan kerja sama antara organisasi tinju amatir dan profesional di Indonesia.

Hillary menyambut baik kehadiran kedua pimpinan FTPI. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi awal bagi penguatan sinergi dalam pembinaan atlet, sehingga para petinju memiliki jalur pengembangan kemampuan dan karier yang lebih jelas.

FTPI Terbuka untuk Berkolaborasi dengan Seluruh Organisasi Tinju

Ketua Umum FTPI, Neneng A. Tuty, S.H., menegaskan bahwa FTPI siap membangun sinergi dan kolaborasi dengan seluruh organisasi serta badan tinju di Tanah Air demi meningkatkan prestasi tinju Indonesia.

Menurut Neneng, pengembangan olahraga tinju membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Organisasi, pelatih, promotor, atlet, pemerintah, dan pemangku kepentingan olahraga perlu membangun komunikasi serta kerja sama yang saling mendukung.

Ia menyambut baik gagasan kolaborasi yang disampaikan PERTINA dan berharap sinergi tersebut dapat menjadi langkah nyata untuk melahirkan petinju-petinju berkualitas yang mampu mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia.

“Saya menyambut baik gagasan kolaborasi ini. Dengan demikian, sinergi diharapkan dapat melahirkan atlet tinju berprestasi yang dapat mengharumkan Indonesia di mata dunia,” kata Neneng dengan penuh semangat.

Bagi FTPI, kolaborasi lintas organisasi merupakan peluang untuk memperkuat pembinaan tinju profesional sekaligus menciptakan lingkungan olahraga yang lebih produktif bagi perkembangan atlet.

Semangat kerja sama tersebut juga diharapkan dapat memperluas kesempatan bagi petinju dari berbagai daerah untuk mengembangkan potensi, memperoleh pengalaman bertanding, dan meniti karier sesuai kemampuan serta kesiapan masing-masing.

Pembinaan Berjenjang, dari Amatir Menuju Profesional

Salah satu hal penting yang mengemuka dalam pertemuan tersebut adalah perlunya kesinambungan pembinaan antara tinju amatir dan profesional.

Tinju amatir menjadi salah satu ruang penting untuk membangun fondasi teknik, kedisiplinan, kondisi fisik, mental bertanding, dan pengalaman kompetisi. Sementara itu, tinju profesional membutuhkan persiapan lanjutan yang mencakup kemampuan teknis, kesiapan fisik dan mental, perlindungan kesehatan, serta pemenuhan regulasi pertandingan profesional.

Karena itu, sinergi PERTINA dan FTPI diharapkan dapat membantu menciptakan jalur pengembangan atlet yang lebih terencana, dengan tetap memperhatikan perbedaan aturan, karakteristik kompetisi, dan standar keselamatan pada masing-masing jenjang.

Pembinaan yang berkesinambungan juga memerlukan sistem identifikasi bakat, peningkatan kualitas pelatih, kompetisi yang teratur, serta pendampingan atlet dalam merencanakan karier jangka panjang.

Dengan pendekatan tersebut, prestasi tidak hanya diukur dari kemenangan dalam satu pertandingan, tetapi juga dari kemampuan atlet untuk berkembang secara konsisten dan mencapai tingkat kompetisi yang lebih tinggi.

Prestasi Tinju Membutuhkan Kerja Sama Semua Pihak

Ketua Dewan Pengawas FTPI, Yance Rahayaan, S.Sos., menegaskan bahwa upaya melahirkan petinju berprestasi hingga menjadi juara membutuhkan kerja sama dari seluruh pemangku kepentingan olahraga tinju.

Menurut Yance, pembinaan atlet tidak dapat dibebankan hanya kepada satu organisasi. Diperlukan dukungan pemerintah, badan-badan profesi, para pemangku kepentingan (stakeholders), promotor, pelatih, klub, serta seluruh pelaku olahraga tinju profesional di Indonesia.

“Pembinaan prestasi menuju juara sudah tentu membutuhkan kerja sama dengan semua pihak terkait, pemerintah, semua badan profesi, stakeholders, dan seluruh pelaku olahraga tinju profesional di Tanah Air,” ujar Yance.

Yance dikenal sebagai mantan promotor yang pernah berada dalam lingkungan pembinaan promotor tinju legendaris Indonesia, Boy Bolang. Pengalamannya di dunia tinju menjadi bagian dari perspektifnya mengenai pentingnya kerja sama antarpelaku olahraga untuk membangun prestasi.

Ia menilai, pembinaan yang kuat harus didukung ekosistem yang memungkinkan atlet memperoleh kesempatan bertanding, meningkatkan kemampuan, dan mengembangkan karier secara profesional.

Dukungan terhadap atlet juga perlu mencakup tata kelola pertandingan yang baik, kepastian regulasi, perhatian terhadap kesehatan dan keselamatan, serta keterlibatan berbagai pihak dalam menciptakan kompetisi yang berkualitas.

Melalui kerja sama yang terarah, potensi petinju Indonesia diharapkan tidak berhenti pada tingkat daerah atau nasional, tetapi memiliki peluang lebih besar untuk menembus persaingan internasional.

Sportivitas dan Profesionalisme sebagai Fondasi Kebangkitan Tinju

Selain membangun sistem pembinaan, kolaborasi antara PERTINA dan FTPI diharapkan turut memperkuat nilai sportivitas dan profesionalisme dalam olahraga tinju.

Setiap atlet perlu memperoleh kesempatan yang adil untuk berkembang, sementara organisasi dan penyelenggara kompetisi memiliki tanggung jawab untuk memastikan pertandingan berlangsung sesuai aturan dan mengutamakan keselamatan atlet.

Sportivitas bukan hanya tentang menghormati lawan di atas ring, melainkan juga tentang menjunjung integritas, menerima hasil pertandingan secara dewasa, serta menghargai proses pembinaan yang dijalani setiap petinju.

Sinergi organisasi juga perlu dibangun melalui komunikasi terbuka, penghormatan terhadap kewenangan masing-masing, dan kesediaan untuk mengutamakan kepentingan atlet di atas kepentingan sektoral.

Dengan landasan tersebut, kerja sama PERTINA dan FTPI diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan tinju nasional, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola olahraga tinju Indonesia.

Momentum Menuju Kebangkitan Tinju Indonesia

Kehadiran pimpinan FTPI dalam Kejurnas Tinju Piala Menko Infrastruktur 2026 menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan antara pembinaan tinju amatir dan pengembangan tinju profesional.

Pertemuan ini diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui pembahasan program konkret, seperti koordinasi pembinaan atlet, penyelenggaraan kompetisi, peningkatan kapasitas pelatih, pertukaran pengalaman, serta pengembangan jalur karier petinju yang sesuai dengan peraturan masing-masing organisasi.

Keterlibatan pemerintah, dunia usaha, komunitas olahraga, dan masyarakat juga menjadi faktor penting untuk memperluas dukungan terhadap pembinaan tinju nasional.

Indonesia memiliki potensi atlet yang tersebar di berbagai daerah. Potensi tersebut perlu didukung sistem yang konsisten agar para petinju mendapatkan kesempatan yang setara untuk menunjukkan kemampuan dan meraih prestasi.

Kolaborasi antara PERTINA dan FTPI diharapkan menjadi salah satu langkah untuk menjawab kebutuhan tersebut. Dengan semangat kebersamaan, pembinaan yang terarah, dan kompetisi yang berkualitas, tinju Indonesia diharapkan mampu melahirkan generasi petinju yang tangguh dan kompetitif.

Pada akhirnya, kebangkitan tinju Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar semangat dan harapan. Diperlukan komitmen bersama, program pembinaan yang berkelanjutan, tata kelola yang profesional, serta dukungan nyata bagi para atlet.

Sinergi PERTINA dan FTPI diharapkan menjadi awal dari langkah besar untuk membangun jalur pembinaan tinju yang berkesinambungan, dari amatir menuju profesional, demi melahirkan petinju berprestasi dan mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *